Minggu, 06 Oktober 2013

pada sajak yang tak pernah selesai ini…

gerimis kian menjelma sebagai hujan
membadai mengaburkan kaca-kaca jendela kereta perpisahan
sekali waktu masih kutunggu kau turun, sekedar untuk mengecup keningku saja
tapi urung kau lakukan: sebab gerimis mambadai sebagai hujan,
katamu pelan.

“pisah ini akan sampai juga, sayang” katamu tapi tak kudengarkan
sedang aku hanya ingin memaknai pisah ini dengan segaris senyum menerima
sayang kaki-kaki hujan tak hanya membasahi tanah tempat keretamu bersandar,
tapi mataku juga. tak bisa kugambar senyumku dibalik jendela kereta
aku mulai menulikan telinga
“pisah ini akan sampai juga, sayang” lagi katamu, tapi tak kudengarkan.

beribu basah yang menerpa telah kuseka, juga air mata
dan dibalik jendela itu, kulihat kau juga melakukan hal yang sama
kini yang tiba dimataku tak lagi kau yang tegar
yang selalu menyalakan matahari saat malam menghantam jalanku
yang selalu menuang air dalam gelasku saat kemarau jalang bercerita
air mengalir dimatamu: bercerita tentang lembar yang hampir terkoyak
sedang di dalamnya kau ceritakan kupu-kupu yang terbang dengan tarian-tarian

aku ingin lagi mendengar detak jantungmu saat malam kian menua
merasakan lagi hangat teh yang kau seduh di sepanjang gerimis senja dan musim bunga
“pisah ini akan sampai juga, sayang” katamu tapi tak kudengarkan
sebab kau masih akan meneruskan tidurmu: memimpikan aku sore ini
di keretamu yang masih terhenti

dan aku?
biar kurupa kau menjadi gerimis yang tenang,
yang menidurkanku saat senja mulai temaram
meski kerikil menghadang jejak-jejak langkahku menujumu
kaulah malamku yang memesonakan
ingin kugambar kau laksana kupu-kupu yang terbang dengan tarian-tarian
yang hinggap manja di dahan juga dedaunan pohon-pohon randu
dan selalu kukenang kau disini
pada sajak yang tak pernah selesai ini...



16 Februari 2010
01.36 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kakanda Redi; Resa dilukis

Kakanda Redi; Resa dilukis
Anak Papito udah gede. Tambah cantik :-*

Kakanda Redi - Dinda Risti - Rhein Reisyaristie

Kakanda Redi - Dinda Risti - Rhein Reisyaristie
Pulang dari Pantai Kinjil, Ketapang

Kakanda Redi; Rhein Reisyaristie

Kakanda Redi; Rhein Reisyaristie
Ada kucing kesayangan Resa nih.

Kakanda Redi; Resa

Kakanda Redi; Resa
Resa di ruang kerja Mr. Obama

Pondok Es Krim RESA Mempawah

Pondok Es Krim RESA Mempawah
Di-launching tanggal 12 Juni 2017

Kakanda Redi: SAYA INDONESIA SAYA PANCASILA

Kakanda Redi: SAYA INDONESIA SAYA PANCASILA
Memperingati Hari Lahir Pancasila 01 Juni 2017

Pondok Es Krim Resa Mempawah

Pondok Es Krim Resa Mempawah
Kami menawarkan tempat nongkrong lesehan yang Insyaallah nyaman dan santai. Mari berkunjung di pondok kami. Jalan Bahagia Komp. Ruko 8 Pintu, Mempawah.

Istri Kakanda Redi: SAYA INDONESIA SAYA PANCASILA

Istri Kakanda Redi: SAYA INDONESIA SAYA PANCASILA
Dinda Risti turut memperingati Hari Lahir Pancasila 01 Juni 2017

Anak Kakanda Redi: SAYA INDONESIA SAYA PANCASILA

Anak Kakanda Redi: SAYA INDONESIA SAYA PANCASILA
Rhein Reisyaristie turut memperingati Hari Lahir Pancasila 01 Juni 2017

Mas Redi dan De' Yun

Mas Redi dan De' Yun
Lagi jalan-jalan di Wisata Nusantara Mempawah