Selasa, 29 Mei 2012

Peribahasa Abjad I, J, K


Abjad I

Ijuk selembang, tali di situ, keluan di situ
Artinya: Ijuk selembang, tali di situ, keluan di situ: pencaharian tidak mencukupi padahal tanggungan banyak.

Ijuk tidak bersagar, lurah tidak berbatu
Artinya: Ijuk tidak bersagar, lurah tidak berbatu: tidak mempunyai keluarga yang dipandang; dimalui orang.

Ikan biar dapat, serampang jangan pukah.
Artinya: Bekerja dengan hati-hati sekali.

Ikan terkilat jala tiba
Artinya: 
1. Orang yang arif dan bijaksana, cepat mengerti akan maksud/duduk perkara orang lain dan cepat pula memberi jawaban/jalan keluarnya dengan tepat.
2. Cepat tanggap.

Ikut hati mati, ikut rasa binasa
Artinya: Orang yang hanya memperturutkan kata hati saja tanpa menggunakan akal fikiran maka dia akan gagal dalam kehidupannya; binasa.

Ilmu pengetahuan adalah kekuatan
Artinya: (berasal dari pepatah bahasa Inggris: Knowledge is power.)

Seperti padi, kian berisi kian merunduk
Artinya: 
1. Semakin tinggi ilmunya semakin rendah hatinya.
2. Kalau sudah pandai jangan sombong, selalulah rendah hati.

Inai tertepung, kuku tanggal
Artinya: Sesuatu yang selesai dikerjakan, tetapi ternyata ada kesukarannya.

Hasrat hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai
Artinya: Apa daya tangan tak sampai: ingin mencapai sesuatu, sayangnya syaratnya untuk itu tidak ada atau tidak dipunyai.

Isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita
Artinya: Tulang bulu pulang ke kita: dalam menjalankan suatu pekerjaan/tugas, orang lain mendapat senangnya, kita sendiri hanya mendapatkan susahnya.

Itik diajar berenang
Artinya: Melakukan pekerjaan sia-sia karena yang diberi petunjuk telah mahir melakukannya.



Abjad J

Jadi abu arang
Artinya: Sudah usang atau basi (tentang pembicaraan dan sebagainya).

Jadilah orang pandai bagai padi yang merunduk
Artinya: Sebagai seorang yang pandai kita harus merasa rendah hati.

Jagung tua tak hendak masak
Artinya: Bagai menyekolahkan anak yang nakal dan bodoh, uang orang tua habis, anak tak pernah lulus.

Jalan diasak orang menggalas
Artinya: 
1. Adat istiadat kita diubah oleh pendatang/orang asing.
2. Dampak globalisasi.

Jalan mati lagi dicoba, ini pula jalan binasa
Artinya: 
1. Orang yang sangat berani tak takut menghadang bahaya.
2. Berani mati.

Jalan raya titian batu
Artinya: Adat istiadat yang lazim sejak dahulu.

Jangan didengarkan siul ular
Artinya: 
1. Jangan pedulikan tipu daya musuh.
2. Jangan terkecoh.

Jangat liat kurang panggang
Artinya: 
1. Tak dapat diajar karena sangat keras kepala.
2. Pembangkang.

Janji sampai, sukatan penuh
Artinya: Sudah sampai ajalnya.

Jatuh ke tilam empuk
Artinya: Orang besar/kaya walaupun sudah diberhentikan dari jabatannya/pekerjaannya, hidupnya tidak begitu melarat.

Jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasai
Artinya: Orang yang banyak merantau banyak pula pengalaman/pengetahuannya.

Jauh di mata, dekat di hati
Artinya: Walaupun tidak bertemu karena dipisahkan oleh jarak namun di hati tetap terkenang/teringat selalu.

Jauh di mata, jauh di hati
Artinya: Teringat selagi berdekatan, namun bila telah berjauhan maka menjadi lupa.

Jauh panggang dari api
Artinya: 
1. Jawaban yang diberikan sangat meleset.
2. Tidak seperti yang diharapkan.

Jawi hitam banyak tingkah
Artinya: Orang yang cerewet.

Jelatang di hulu air
Artinya: Sesuatu yang selalu menyusahkan saja.


Jemuran terkekar, ayam tiba
Artinya: 
1. Mujur sekali.
2. Dagangan baru digelar pembeli sudah banyak yang datang.

Jerat halus kelindan sutera
Artinya: Tipu muslihat yang sangat halus.

Jerat serupa jerami
Artinya: Mengambil keuntungan pada saat orang beroleh kesukaran.

Jerih menentang laba
Artinya: Jika orang mau bersusah payah terlebih dahulu, pasti ada imbalan yang akan diharapkan.

Jika air orang disauk, ranting orang dipatah, adat orang diturut
Artinya: Jika berdiam di suatu tempat, hendaklah adat istiadat orang di tempat itu dituruti.

Jika keruh dihulu, tak dapat tidak dihilir keruh juga
Artinya: Jika perkara dari awal sudah penuh dengan kecurangan maka akhirnya tidak akan selamat juga.

Jika tak ada rotan, akar pun berguna
Artinya: Bila tak ada sesuatu yang baik, yang kurang baik pun dapat dipergunakan.

Jika takut dilanggar batang, jangan duduk di kepala pulau
Artinya: Jikalau takut akan risiko/bahaya, jangan kerjakan pekerjaan yang sia-sia/berbahaya.

Jika takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai
Artinya: Jikalau takut akan risiko/bahaya, jangan kerjakan pekerjaan yang sia-sia/berbahaya.

Jinak-jinak merpati, sudah dekat terbanglah dia
Artinya: Tampaknya mudah untuk didekati, ternyata sukar.

Jual emas beli intan
Artinya: Maju setingkat.

Jung pecah hiu kenyang
Artinya: Dalam suatu negeri yang tidak mempunyai pemerintahan yang baik dan kuat, atau dalam negeri yang timbul huru-hara, maka orang-orang jahat akan mengambil keuntungan dari suasana tersebut.

Jung satu nakhoda dua
Artinya: Sebuah perusahaan/jawatan/organisasi yang mempunyai dua pimpinan akan menghasilkan hal yang tidak baik.



Abjad K

Kacang lupa kulitnya
Artinya: Seseorang yang lupa akan asal-usulnya. Terutama ini biasanya digunakan bagi seseorang yang berasal dari kampung atau desa dan pergi ke kota menjadi kaya atau memiliki jabatan tinggi dan lupa daratan.

Kail sebentuk, umpan seekor, sekali putus sehari hanyut
Artinya: Bila mengerjakan sesuatu tanpa mempertimbangkan hal-hal lain, tidak akan mendatangkan hasil.

Kail sejengkal janganlah menduga dalam lautan
Artinya: Kalau ilmu pengetahuan masih sedikit janganlah coba berlawanan dengan orang pandai.

Kain basah kering di pinggang
Artinya: Sangat miskin (sehingga pakaian hanya satu-satunya yang melilit di tubuh).

Kain dalam acar dikutip cuci ia hendak ke longkang lagi
Artinya: Sesuatu yang tidak dapat diperbaiki lagi (tentang akhlak wanita pelacur).

Kain ditangkap maka duduk
Artinya: Sangat miskin (sehingga kain yang dipakaipun tak mencukupi untuk menutup tubuh).

Kain lama dicampak buang, kain baru pula dicari
Artinya: Menceraikan istri tua, mencari istri muda.

Kain pendinding miang, uang pendinding malu
Artinya: Uang gunanya untuk penjaga kehormatan.

Kaki naik kepala turun
Artinya: Sangat sibuk sekali.

Kaki tertarung inai padahannya, mulut terdorong emas padahannya
Artinya: Harus berani menanggung akibat perbuatan atau janji sendiri.

Kalah jadi abu, menang jadi arang
Artinya: Dua orang yang berpekara dan membawanya ke pengadilan maka kedua-duanya mengalami kerugian.

Kalah membeli, menang memakai
Artinya: Membeli barang dengan harga yang mahal tidak menjadi soal asalkan kualitas barang tersebut bagus dan bertahan lama.

Kalau di hutan tak ada singa, beruk rabun bisa menjadi raja
Artinya: Kalau tak ada orang yang pandai, maka orang bodohpun dianggap pandai.

Kalau kail panjang sejengkal, jangan laut hendak diduga
Artinya: Kalau belum mempunyai banyak ilmu pengetahuan / pengalaman jangan dicoba berlawanan dengan orang yang pandai.

Kalau kaki sudah terlangkahkan, pantang dihela surut
Artinya: Kalau sudah terlanjur, jangan berhenti sampai disitu saja.

Kalau kena tampar, biar dengan tangan yang bercincin
Artinya: Tidak masalah bila kena marah oleh orang yang tinggi jabatannya atau bangsanya.

Kalau kena tendang, biar dengan kaki yang berkasut
Artinya: Tidak masalah bila dimarahi oleh orang yang tinggi jabatannya / bangsanya.

Kalau mandi biarlah basah
Artinya: Kalau mengerjakan sesuatu pekerjaan hendaknya sampai selesai, jangan setengah setengah.

Kalau pandai mencencang akar, mati lalu ke puncaknya
Artinya: Bila dapat menguasai pimpinannya, anak buahnya tak akan berdaya lagi.

Kalau sorak dahulu daripada tohok, tidak mati babi
Artinya: Biasanya bila telah bergembira ria sebelum menang, akhirnya tidak jadi menang.

Kalau tak ada angin bertiup, takkan pokok bergoyang
Artinya: Jika tidak ada sebabnya, maka tak akan sesuatu itu terjadi.

Kalau tak ingin terlimbur pasang, jangan berumah di tepi laut
Artinya: Kalau tidak ingin mendapat celaka / risiko, jangan lakukan pekerjaan yang berbahaya / sia-sia.

Kalau tidak berada-ada takkan tempua bersarang rendah
Artinya: Tentu ada maksud tersembunyi seseorang berlaku secara luar biasa.

Kapal besar ditunda jongkong
Artinya: Atasan yang menurut saja diatur oleh bawahannya.

Kapal satu nakhoda dua
Artinya: 
1. Perusahaan / organisasi dikendalikan oleh dua pimpinan.
2. Dualisme.

Karam berdua, basah seorang
Artinya: Kesalahan yang dilakukan bersama, akibatnya hanya ditimpakan pada seorang saja.

Karam di laut boleh ditimba, karam di hati bilakah sudah
Artinya: Perasaan sedih karena kehilangan kekasih sangat sukar untuk dihilangkan.

Karam sambal oleh belacan
Artinya: Dirugikan oleh orang yang sebenarnya diharapkan menjadi pelindung.

Karena mata buta, karena hati mati
Artinya: Badan menjadi celaka oleh sebab dorongan hawa nafsu yang tidak terkendalikan.

Karena mulut badan binasa
Artinya: 
1. Menjadi celaka oleh tidak pandai menjaga perkataannya.
2. Rahasia pribadi terbongkar oleh karena mulut sendiri.

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga
Artinya: Hanya karena kesalahan kecil yang nampak tiada artinya seluruh persoalan menjadi kacau dan berantakan.

Kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang jalan
Artinya: Kasih ibu kepada anaknya tidak terbatas, tetapi kasih anak pada ibunya kecil sekali.

Kata banyak, kata bergalau
Artinya: Kata orang ramai itu kacau saja, tidak dapat dipegang benar.

Ke gunung sama mendaki, ke lurah sama menurun
Artinya: Bersama di masa baik dan buruk.

Kebesaran air
Artinya: Tak tahu apa yang diperbuat.

Kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah
Artinya: Manusia itu selalu terikat pada tata-tertib masyarakat, tidak pernah terbebas sama sekali.

Kecil-kecil anak, sudah besar menjadi onak
Artinya: Saat kecil bertingkah laku manis, saat besar bertingkah laku jelek.

Kecil-kecil lada padi
Artinya: Biarpun kecil namun berani; biar orang kecil tetapi mempunyai kemampuan besar untuk hal tertentu.

Keluar mulut harimau, masuk mulut buaya
Artinya: (untuk menggambarkan seseorang yang baru saja keluar dari situasi genting hanya untuk mendapatkan ke lain situasi genting.)

Kemarau setahun dihapuskan hujan sehari
Artinya: Kebaikan yang banyak dihapuskan oleh kejahatan yang sedikit (kebaikan yang panjang dihapus dengan kejelekan yang pendek).

Kepala boleh panas, tetapi hati harus tetap dingin
Artinya: Sebuah perselisihan hanya bisa diselesaikan dengan mendiskusikan masalah secara terbuka dan tenang.

Kepala sama hitam, isi hati siapa tahu
Artinya: Sebuah cara berpikir yang berbeda pada setiap orang.

Ketika ada sama dimakan, waktu tak ada sama ditahan
Artinya: Bahagia atau menderita selalu dialami bersama-sama.

Ketika ada jangan dimakan, telah habis maka dimakan
Artinya: 
1. Uang tabungan janganlah dihambur-hamburkan, agar kelak tidak menderita kesusahan sendiri.
2. Simpanan, bila tak ada mata pencaharian lagi barulah dipergunakan harta simpanan itu (nasihat supaya berhemat).

Kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu
Artinya: Orang-orang mengatakan itu untuk menyiratkan seseorang yang tahu lebih banyak daripada membiarkan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mas Redi dan De' Yun

Mas Redi dan De' Yun
Lagi jalan-jalan di Wisata Nusantara Mempawah

Kami yang Berbahagia

Kami yang Berbahagia
Sekarang sudah jadi istri saya. Hahahahaaaa....